His Ungodly Touch

His Ungodly Touch

last updateTerakhir Diperbarui : 2022-06-27
Oleh:  MazeTamat
Bahasa: English
goodnovel16goodnovel
10
1 Peringkat. 1 Ulasan
181Bab
13.1KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

“You should worship me.” He whispers, as the heat of his breath caresses her ear. Her voice betrays her as her emotions go wild. Words fail to fall from her lips as feelings that she never knew she could feel envelops her. At that moment, she knew that she was never getting free from His Ungodly Touch. What had she gotten herself in? .......... After her life being spared by a serial killer and watching her entire family die before her eyes, a young orphan female is rescued by a stranger and is tossed from one foster home to another; and when she finally decides to take vengeance, her emotions gets the most of her and she goes down a path that she can never return from; she becomes an assassin. But when she is sent to killed a well-known CEO, her trajectory changes. Instead of wiping his existence from the earth, she gets entangled in the arms of this desperate and soulful CEO.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Chapter 1

Air laut yang dingin membekukanku, hawa dinginnya meresap hingga ke tulang-tulangku.

Aku berjuang mati-matian, berpegangan pada harapan terakhir.

Dalam kelinglunganku, aku melihat Jerry melompat keluar dari kokpit dan terjun ke laut.

“Jerry! Aku di sini!”

Aku melambaikan tangan dengan sekuat tenaga.

Meskipun suaraku sangat lemah di tengah gemuruh ombak, dia langsung menyadari keberadaanku.

Namun detik berikutnya, dia menoleh dan langsung berenang menuju ke arah Yilin yang tidak jauh darinya.

“Yilin! Jangan takut, aku di sini!”

Suara Jerry dipenuhi kecemasan.

Yilin terbaring lemah di dadanya.

“Kak Jerry, aku dingin sekali. Apa aku akan mati sebentar lagi?”

Suaranya hampir tak terdengar. Jerry langsung mengerutkan dahi, dan genggamannya mengencang.

“Jangan takut. Aku nggak akan biarkan apapun terjadi padamu. Kubawa ke rumah sakit sekarang juga.”

Dia dengan hati-hati mengangkat Yilin ke sekoci penolong, ekspresinya lembut, seolah-olah Yilin adalah barang pecah-belah yang berharga.

Aku mengerahkan sisa tenaga untuk mengikuti, jari-jariku yang gemetar hampir mencengkeram tepi sekoci penolong.

Jerry tiba-tiba berbalik, menepis tanganku dengan keras.

“Apa yang kau pikirkan, berebut perhatian di saat seperti ini?”

Dia menatapku dengan dingin.

“Jangan pura-pura lagi. Kau bisa berenang. Ada banyak sekoci penolong di kapal ini, piilihlah satu dan pakai saja!”

Aku terjatuh ke laut, tersedak air dan batuk hingga tenggorokanku terasa seperti berdarah.

Ekspresi Jerry pun melembut dan hendak mengulurkan tangan, tapi Yilin mencengkeram tangannya saat itu, dan mendesis lemah, “Kak Jerry, aku takut aku nggak bisa tunggu sampai rumah sakit. Aku ... aku nggak bisa bernapas ....”

Jerry memucat.

“Kau naik sekoci lain nanti,” katanya dengan kasar.

“Yilin nggak bisa tunggu lagi!” lalu bergegas pergi dengan sekocinya.

Di tengah gemuruh mesin sekoci, aku batuk mengeluarkan sisa air.

Aku ingin memberitahunya bahwa aku tidak berpura-pura.

Ketika aku terjatuh dari kapal pesiar, kakiku menghantam sisi kapal dengan keras. Kakiku yang patah tak berdaya untuk berenang.

Sekalipun aku cukup beruntung dan tidak cedera, para turis yang panik di kapal itu sudah merebut semua sekoci penolong.

Aku menatap putus asa saat sekoci penolong menghilang dari pandanganku, laut perlahan menelanku.

Ah, sudahlah, Jerry takkan mau mendengarkan semua ini.

Aku mencintainya selama tiga tahun, pada akhirnya, di matanya aku hanyalah seorang aktris yang pandai berpura-pura, seorang penipu yang terampil.

Memang masuk akal, bagaimana mungkin siapa pun yang datang dapat dibandingkan dengan teman masa kecil?

Lagi pula, sekoci penolong jelas bisa menampung empat orang, namun dia tidak menarikku naik. Sama seperti sekoci penolong itu, hatinya tidak pernah ada tempat untukku.

Aku memenjamkan mata dengan tak berdaya, membiarkan air laut yang dingin menelan tubuhku sepenuhnya.

Jiwaku melayang tak terkendali menuju sekoci penolong yang dikemudikan Jerry.

Tangan Yilin yang halus dan lemah mencengkeram erat kemejanya.

“Kak Jerry, aku ... aku merasa sangat nggak enak, aku nggak bisa bernapas ....”

Melihat wajah pucatnya yang berlinangan air mata, Jerry mengepalkan tangannya.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

Ulasan-ulasan

Auntey Mo
Auntey Mo
Very nice story.. Different but enjoyable to read
2023-03-17 22:25:51
2
1
181 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status